Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview Preview

Pengurangan Sampah dari Sumber Jadi Kunci Kurangi Beban TPST Bantargebang

Selasa, 10 Maret 2026 | 445 views

JAKARTA – Peristiwa longsor di TPST Bantargebang menjadi pengingat penting bahwa pengurangan sampah dari sumber merupakan kunci menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan sampah di Jakarta.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan semakin banyak sampah yang dapat dipilah dan dikurangi sejak dari rumah tangga, perkantoran, hingga kawasan permukiman, maka semakin kecil pula tekanan yang harus ditanggung TPST Bantargebang sebagai lokasi pengolahan akhir.

 

“Upaya pengurangan sampah di sumber merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta, sekaligus untuk mengurangi beban timbunan yang masuk ke tempat pemrosesan akhir setiap harinya,” ujar Asep.

 

Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat. Di antaranya memilah sampah menjadi kategori mudah terurai, material daur ulang, residu, serta sampah B3 rumah tangga.

 

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk melakukan pengomposan sampah makanan serta memanfaatkan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.

 

“Langkah-langkah tersebut terbukti efektif menekan volume sampah yang harus diangkut ke fasilitas pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir,” jelasnya.

 

Asep menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui pengembangan fasilitas pengolahan modern seperti RDF Plant Rorotan yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen.

 

Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi pengolahan saja tidak cukup tanpa dukungan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

 

Karena itu, DLH DKI Jakarta terus mengajak warga untuk membangun budaya pemilahan dan pengurangan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Jika masyarakat semakin aktif memilah dan mengurangi sampah, maka sistem pengelolaan sampah Jakarta akan semakin berkelanjutan dan beban TPST Bantargebang dapat terus berkurang karena hanya residu yang dikirim ke sana,” pungkasnya.